The 37th International Plastics & Rubber Machinery, Processing & Materials Exhibition
18-21 November 2026 | JIEXPO

Blog - Latest News

You are here:   

Sumber: Freepik.com

Industri pengolahan dan pengemasan di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Nilai pasar kemasan tercatat meningkat dari Rp87,6 triliun pada 2022 menjadi Rp93,2 triliun pada 2023, dan diproyeksikan mencapai sekitar Rp105 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, perkembangan teknologi pengemasan, serta ekspansi sektor farmasi dan e-commerce yang semakin pesat.

Memasuki 2026, kebutuhan terhadap kemasan tidak lagi sebatas fungsi pelindung produk, tetapi juga mencakup aspek kenyamanan, daya tarik visual, dan keberlanjutan. Dalam konteks ini, standing pouch menjadi salah satu solusi kemasan yang semakin populer di kalangan produsen. Desainnya yang fleksibel, efisien, dan modern menjadikan standing pouch sebagai pilihan yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus preferensi konsumen masa kini. Lantas, apa yang membuat standing pouch begitu menarik? Simak baik-baik ya!

Apa Itu Standing Pouch

Standing pouch adalah jenis kemasan fleksibel yang dirancang dengan bagian dasar (bottom gusset) sehingga dapat berdiri tegak di permukaan datar tanpa bantuan tambahan. Umumnya, kemasan ini terbuat dari kombinasi material seperti plastik, aluminium foil, atau kertas kraft yang disusun berlapis untuk memberikan perlindungan optimal terhadap produk di dalamnya. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan tersebut juga menawarkan keunggulan dari sisi kepraktisan, efisiensi distribusi, serta tampilan yang menarik sehingga banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, kosmetik, hingga farmasi.

Kenapa Standing Pouch Menjadi Kemasan yang Populer? 

Seiring meningkatnya kebutuhan akan kemasan yang praktis, efisien, dan menarik, kemasan ini semakin banyak dipilih oleh berbagai industri. Tidak hanya dari sisi fungsi, kemasan ini juga mampu menjawab kebutuhan distribusi hingga daya tarik produk di pasar. Berikut beberapa alasan mengapa standing pouch menjadi kemasan yang paling diminati:

  • Praktis dan Mudah Digunakan
    Desainnya yang ringan serta fitur tambahan seperti zipper membuat kemasan ini mudah dibuka, ditutup kembali, dan dibawa ke mana saja.
  • Efisien dalam Distribusi dan Penyimpanan
    Standing pouch membutuhkan ruang lebih sedikit dibanding kemasan rigid (botol/kaleng), sehingga lebih hemat biaya logistik dan penyimpanan.
  • Tampilan Menarik dan Fleksibel untuk Branding
    Permukaan kemasan yang luas memudahkan penambahan desain visual, sehingga produk lebih menonjol di rak dan menarik perhatian konsumen.
  • Perlindungan Produk Lebih Optimal
    Material multilayer mampu melindungi produk dari udara, kelembapan, dan cahaya, sehingga kualitas dan kesegaran produk lebih terjaga.

Mengenal Jenis Material Standing Pouch dan Keunggulannya

  • Kemasan Plastik (PET/PP/PE)
    Material plastik banyak digunakan karena fleksibel, ringan, dan ekonomis. Selain itu, tampilannya bisa transparan sehingga isi produk terlihat. Namun, perlindungannya terhadap cahaya dan oksigen masih terbatas.
  • Kemasan Nylon (OPA)
    Nylon memiliki daya tahan tinggi terhadap sobekan dan tusukan, sehingga cocok untuk produk yang membutuhkan perlindungan ekstra, termasuk kemasan vakum. Kekurangannya, biaya material ini relatif lebih tinggi.
  • Kemasan Aluminium Foil
    Aluminium foil mampu melindungi produk secara maksimal karena kedap udara, tahan air, dan tidak tembus cahaya. Cocok untuk produk sensitif, meski tidak transparan dan cenderung lebih mahal.
  • Kemasan Metalized
    Material ini merupakan plastik berlapis logam tipis yang memberikan tampilan mengkilap dan perlindungan cukup baik. Lebih ekonomis dari aluminium foil, namun daya tahannya masih di bawahnya.
  • Kemasan Kertas (Kraft Paper)
    Kertas kraft memberikan kesan natural dan ramah lingkungan. Biasanya dilapisi material lain di bagian dalam agar lebih tahan terhadap udara dan kelembapan.

Berikut tabel perbandingan keunggulan, kekurangan, dan pengaplikasian setiap jenis material standing pouch

Jenis Material

Keunggulan

Kekurangan

Cocok Digunakan

Plastik (PET/PP/PE)

Ekonomis, ramah distribusi, dan tampilan produk estetis

Kurang ramah lingkungan dan rentan terhadap suhu tinggi

Produk makanan dan minuman, produk kosmetik

Alumunium Foil

Kedap udara & cahaya, menjaga kualitas produk maksimal

Biaya produksi tinggi, kurang ramah lingkungan

Produk bubuk, makanan instan, produk farmasi

Nylon (OPA)

Kuat, tahan sobek, support vacuum & cairan

Biaya produksi tinggi daripada material plastik biasa 

Produk beku, makanan mengandung lemak, produk cair

Metalized (metalized film)

Tampilan premium, perlindungan cukup baik, lebih ekonomis dari foil

Barrier protection tidak sekuat alumunium foil

Produk makanan ringan, produk bubuk

Kertas (kraft)

Ramah lingkungan, tampilan kemasan terkesan natural

Perlu lapisan tambahan, rentan terhadap air

Produk teh, kopi, produk herbal

Menentukan Material Standing Pouch Sesuai Kebutuhan Kemasan

Setiap kemasan memiliki kebutuhan perlindungan yang berbeda, sehingga pemilihan material standing pouch perlu disesuaikan dengan kondisi isi dan lingkungan penyimpanannya. Pemilihan material sangat bergantung pada karakteristik produk yang dikemas, mulai dari tingkat sensitivitas terhadap udara dan cahaya, bentuk produk, hingga kebutuhan masa simpan. 

Pada praktiknya, sebagian besar produsen kemasan menggunakan kombinasi atau multilayer material untuk menghasilkan performa terbaik. Standing pouch umumnya terdiri dari beberapa lapisan seperti plastik, aluminium foil, nylon, atau kertas yang dilaminasi menjadi satu kesatuan. Namun, karena sebagian besar standing pouch ditujukan untuk kontak langsung dengan makanan atau makanan hewan peliharaan, bahan kantong harus memenuhi berbagai persyaratan. Yang menjadi perhatian utama adalah perlindungan dan daya tahan isinya. Isinya harus dilindungi dari pengaruh-pengaruh berikut:

  • Radiasi UV
  • Kelembaban / uap air
  • Oksigen

Inovasi Kemasan Fleksibel untuk Industri yang Lebih Adaptif

Perkembangan standing pouch menunjukkan bagaimana inovasi material mampu menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis. Dengan pemilihan material yang tepat, mulai dari plastik, aluminium foil, hingga kombinasi multilayer, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.

Ingin mengetahui lebih banyak inovasi material, teknologi kemasan, serta tren terbaru dalam industri plastik dan karet? Kunjungi situs resmi Plastics & Rubber Indonesia dan temukan berbagai insight menarik seputar perkembangan industri yang mendukung masa depan manufaktur yang lebih modern dan berkelanjutan.

Referensi