Mahasiswa Untag Surabaya Inovasikan Tulang Ikan Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Tiga mahasiswa Prodi Teknik Informatika Untag Surabaya, Albert Evando Wangsajaya, Fachrizal Ardiansyah dan Zuhriah Virlani berinovasi membuat kantong plastik biodegradable dari tulang ikan. (Foto Istimewa Untag Surabaya)

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Upaya mengurangi limbah plastik memunculkan ide inovatif dari mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Tiga mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Albert Evando Wangsajaya, Fachrizal Ardiansyah dan Zuhriah Virlani berupaya membuat plastik biodegradable dari tulang ikan.

Ide ini berawal dari kebijakan di toko-toko yang sekarang gak boleh pakai kantong plastik.

Walaupun sudah biodegradable, kadang plastik masih menimbulkan micro plastic yang tetap berbahaya bagi lingkungan.

Ide ini mereka tuangkan dalam ide bisnis FISTIC, dan berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi tingkat nasional National Creative Business Idea Competition.

Mereka menyisihkan 40 peserta lainnya dalam kompetisi yang digelar secara virtual oleh Universitas Multi Data Palembang dan diikuti oleh mahasiswa asal berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami cari alternatif pembuatan kantong plastik memakai gelatin yang berasal dari tulang ikan. Dan saat kami coba pakai tulang ikan, tentu saja ramah lingkungan, lebih murah dari totebag dan bahan mudah didapat,” paparnya.

Albert menambahkan bahwa pemilihan tulang ikan sebagai bahan membuat plastik karena limbah tulang ikan yang menumpuk.

“Selain bisa mengatasi masalah penumpukan sampah plastik yang tidak dapat terurai, kami juga ingin mengatasi permasalahan, dan menurut kami tulang ikan masih belum di manfaatkan secara maksimal,” katanya.

Menurut Albert untuk kawasan Surabaya terutama daerah Kenjeran merupakan penghasil ikan untuk bahan baku yang bisa didapat dengan mudah.

“Kami berharap ide bisnis kreatif ini bisa mengurangi sampah plastik dan juga sampah tulang ikan,” ungkap mahasiswa semester dua ini.

Dalam kompetisi tersebut, Albert dan timnya melewati tiga tahapan kompetisi. Mulai dari penyusunan proposal, seleksi hingga presentasu .

“Persiapan kami terbilang cukup singkat. Pada 27 Mei kami mendaftar lomba setelah itu kami harus cepat membuat proposal karena deadline pengumpulan pada 3 Juni. Setelah itu pada tanggal 13 Juni ada pengumuman 15 besar. Karena kami lolos, maka wajib untuk membuat video dan mengikuti presentasi,” imbuhnya.

Albert menambahkan, perjuangan mereka terus berlanjut mulai dari deadline sampai persiapan diri.

“Batas pengumpulan video pada 16 Juni bersamaan dengan presentasi. Kami cukup nervous mempresentasikan ide bisnis kami di hadapan dewan juri,” tambahnya.

Albert menuturkan, manajemen waktu menjadi tantangan bagi timnya. Apalagi mereka juga harus tetao mengikuti praktikum kuliah.

“Kami bertiga begadang sampai jam tiga pagi untuk menyelesaikan video. Pada pengumuman 15 besar kelompok kami mendapatkan poin tertinggi, itu menjadi kayak penyemangat bagi kami,” tuturnya.

Sementara itu, Albert juga mengaku terbantu karena melibatkan Dosen untuk sharing dan diarahkan oleh dosen.

“Kelompok kami melibatkan Pak Anang Pramono sebagai pengarah dan sangat membantu kami dengan sangat sabar. Beliau memberikan komentar yang positif pada saat kami melakukan kesalahan, beliau tetap menyemangati kami untuk jadi lebih baik,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Albert dan tim merasa bersyukur telah mendapat juara dan berharap prestasinya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Meski masih Juara 2, kami kami berharap bisa menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berkembang. Ke depan, kami ingin terus berlomba dan ingin benar-benar merealisasikan ide bisnis yang akan kami angkat dalam perlombaan ke depan. Kami juga ingin membuat start-up,” tuturnya.

 

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata

Source: https://surabaya.tribunnews.com/2022/08/03/mahasiswa-untag-surabaya-inovasikan-tulang-ikan-jadi-plastik-ramah-lingkungan?page=all

Karet Bangkit dari Kubur, Harganya Nanjak 1% Lebih

Foto: REUTERS/Kham

 

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga karet dunia bangkit pada perdagangan hari ini mengakhiri reli turun selama tiga hari terakhir.

Pada Rabu (3/8/2022) harga karet yang diperdagangkan di bursa berjangka Jepang tercatat JPY 229,6 per kilogram, melonjak 1,15% dibandingkan posisi kemarin.

“Pergerakan positif di pasar tampaknya didukung oleh pelemahan yen,” kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura.

“Meskipun, investor akan mengawasi setiap konsekuensi jangka panjang dari kunjungan Ketua Pelosi ke Taiwan,” tambahnya.

Mata uang yen Jepang diperdagangkan JPY 133,18/US$ pada hari ini, naik dari posisi terendah sejak Juni. Ini menjadi sentimen negatif bagi karet yang dibanderol dengan yen karena menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi, membuat tensi antara China, Amerika Serikat, dan Taiwan memanas. Kedatangan Pelosi sudah diperingatkan China. Baik melalui pejabat maupun Presiden Xi Jinping.

Militer China bahkan berjanji meluncurkan “aksi militer yang ditargetkan” sebagai tanggapan atas kunjungan Pelosi.

“Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dalam siaga tinggi dan akan meluncurkan serangkaian operasi militer yang ditargetkan untuk melawan ini,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian mengatakan dalam sebuah pernyataan mengutuk kunjungan tersebut, dikutip AFP.

“Dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Dan, dengan tegas menggagalkan campur tangan eksternal dan upaya separatis ‘kemerdekaan Taiwan’,” tambahnya.

Hal tersebut membuat keadaan pasar berpotensi menjadi tidak stabil dan berpotensi membuat investor pergi dari aset berisiko seperti komoditas. Apalagi China sendiri adalah konsumen karet terbesar di dunia. Mengacu data Statista, China mengkonsumsi 4,7 ton karet dunia.

 

Oleh: Robertus Andrianto, CNBC Indonesia

Source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220803161659-17-360853/karet-bangkit-dari-kubur-harganya-nanjak-1-lebih

Kala AS Turun Tangan Kurangi Polusi Plastik di Laut Indonesia

USAID, Bappenas, dan Walikota Semarang menyaksikan penandatanganan MOU antara USAID Clean Cities Blue Ocean, Prevented Ocean Plastic South Asia (POPSEA), dan Circulate Capital. Inti kemitraan dalam MOU ini akan memperluas Infrastruktur pengumpulan dan daur ulang sampah plastik di Indonesia. Kredit foto: Clean Cities Blue Ocean untuk USAID. (Dokumentasi Kedubes AS di Jakarta)

 

Liputan6.com, Semarang – 27 Juli 2022 lalu Amerika Serikat (AS) bergandeng tangan dengan Indonesia untuk mengurangi polusi sampah plastik di laut RI.

Mengutip siaran pers dari Kedutaan Besar AS di Indonesia, Rabu (3/8/2022), hal itu diterapkan melalui program Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) Clean Cities, Blue Ocean, bergabung dengan perusahaan manajemen investasi yang mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan, Circulate Capital, dan perusahaan daur ulang plastik yang mengembangkan infrastruktur pemilahan dan pengumpulan sampah untuk masyarakat di daerah yang kurang terlayani di Indonesia, Prevented Ocean Plastic Southeast Asia (POPSEA).

Kemitraan tersebut bertujuan memperluas infrastruktur pengumpulan dan daur ulang sampah di Indonesia yang akan menghasilkan plastik daur ulang berkualitas tinggi dan dapat ditelusuri.

“USAID gembira dapat mendukung kemitraan baru ini yang menggabungkan pembiayaan dari publik dan swasta yang akan membantu memenuhi permintaan plastik daur ulang dan pada saat yang sama juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di masyarakat,” demikian kata Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen dalam acara yang diselenggarakan saat Indonesia bersiap menjadi tuan rumah KTT G20 tahun ini.

“Bersama-sama kita akan membantu mengumpulkan dan mencegah sampah plastik yang berbahaya agar tidak hanyut ke laut, tapi mengubahnya menjadi keuntungan finansial dan mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia.”

 

Oleh: Tanti Yulianingsih

Source: https://www.liputan6.com/global/read/5031780/kala-as-turun-tangan-kurangi-polusi-plastik-di-laut-indonesia

 

Setelah 60 Tahun Digunakan, Botol Plastik Hijau Sprite Dipensiunkan

Foto: iStock

 

Jakarta – Merek minuman bersoda, Sprite, bakal pensiunkan penggunaan botol plastik hijau setelah lebih dari 60 tahun digunakan. Rencana itu akan dilakukan mulai 1 Agustus 2022.

Coca-Cola, sebagai perusahaan pengelola Sprite mengumumkan, nantinya kemasan Sprite akan diubah menjadi plastik bening. Adapun rencana mengubah kemasan dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Untuk diketahui, plastik Sprite warna hijau saat ini mengandung polietilena tereftalat hijau (PET), aditif yang tidak dapat didaur ulang menjadi botol baru.

“Menghilangkan warna dari botol meningkatkan kualitas bahan daur ulang,” CEO R3CYCLE, Julian Ochoa. R3CYCLE adalah kelompok plastik yang membantu Coca-Cola meningkatkan daur ulangnya, dikutip dari CNN, Kamis (28/7/2022).

Makanya, kemasan plastik hijau saat ini diganti untuk sebagai inisiatif utama bagi perusahaan untuk mengurangi limbah plastik.

“Saat didaur ulang, botol PET Sprite bening dapat dibuat ulang menjadi botol, membantu mendorong ekonomi sirkular untuk plastik,” tambahnya.

Tidak hanya itu, logo dan desain dari kemasan juga akan berubah pada botol Sprite yang bertujuan untuk memberikan tampilan baru di seluruh dunia.

“Tampilan baru yang lebih konsisten di seluruh dunia. Rona hijau yang terkenal akan tetap digunakan pada label Sprite,” jelas keterangan perusahaan.

Minuman lain yang menggunakan botol hijau produksi Coke, termasuk Fresca, Seagram’s dan Mello Yello, juga akan diganti dengan wadah bening dalam beberapa bulan mendatang.

Upaya untuk mengurangi limbah plastik karena selama ini raksasa minuman itu sering dikritik karena besar berkontribusi terhadap sampah plastik yang merusak lingkungan.

Pada tahun 2020, perusahaan ini dinobatkan sebagai pencemar plastik No. 1 di dunia oleh perusahaan lingkungan Break Free From Plastic. Logo dan mereknya ditemukan pada 13.834 keping plastik bekas di 51 negara, seringkali di ruang publik seperti taman dan pantai.

 

Oleh: Aulia Damayanti – detikFinance

Source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6203178/setelah-60-tahun-digunakan-botol-plastik-hijau-sprite-dipensiunkan

Penggunaan Aspal Plastik untuk Proyek Jalan di Perumahan

Pekerja melakukan pengaspalan jalan proyek perumahan dengan menggunakan aspal plastik di kawasan BSD Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (21/7/2022). Aspal plastik yang berbahan baku dari daur ulang plastik kresek ini dikembangkan oleh PT Chandra Asri yang bermitra dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) diharapkan kedepannya dapat mewujudkan lingkungan bersih yang berkelanjutan. (FOTO : ANTARA/Muhammad Iqbal)

 

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG SELATAN — Pekerja melakukan pengaspalan jalan proyek perumahan dengan menggunakan aspal plastik di kawasan BSD Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (21/7/2022).

Aspal plastik yang berbahan baku dari daur ulang plastik kresek ini dikembangkan oleh PT Chandra Asri yang bermitra dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) diharapkan kedepannya dapat mewujudkan lingkungan bersih yang berkelanjutan.

 

Sumber : Antara
Red: Mohamad Amin Madani

Mesin Buatan SMK di Pemalang Diklaim Bisa Hasilkan BBM dari Sampah Plastik

Ilustrasi sampah plastik(Dok. Shutterstock/DawSS)

 

PEMALANG, KOMPAS.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Satya Praja 2 Petarukan, Kabupaten Pemalang, membuat mesin pengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Mesin tersebut diklaim mampu menghasilkan BBM seperti solar, bensin, dan minyak tanah dengan total kapasitas 500-1000 liter per hari.

Dari sampah plastik yang diproses bisa menghasilkan 85-94 persen bahan bakar sejenis solar dengan kualitas standar Euro 4.

Sisanya, sebanyak 6-15 persen berupa nafta (sejenis minyak tanah, bensin, avtur, dan thinner). Untuk pembuatan mesin, didukung Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ).

Desainer mesin pengolah sampah, Ahmad Juang Pratama mengatakan, mesin rancangannya ini jika digunakan secara maksimal mampu mengendalikan sampah plastik, terutama ‘unvaluable’ plastik.

“Jadi kita nggak nabrak pengepul-pengepul plastik. Dari sesuatu yang tidak berharga seperti plastik-plastik bungkus Indomie bisa kita olah. Lalu limbah B3 seperti oli bekas, tapi itu perlu didiskusikan lebih lanjut, takutnya menabrak aturan yang sudah ada,” katanya.

“Secara umum cara kerja mesin itu mengubah plastik atau oli bekas menjadi hidrokarbon. Komponen mesinnya berupa reaktor, tower katalis, pemurni solar, penampung nafta, penampung bensin, dan bak sirkulasi pendingin”.

Lebih lanjut, pembuatan mesin tersebut sebagai wijud visi Pemkab Pemalang dengan mengajak anak-anak SMK untuk berkontribusi.

“Di sini saya cuma mendesain, yang buat anak-anak SMK. Hitungannya untuk satu kilogram sampah plastik dapat menghasilkan 0,9 sampai 1 liter BBM. Di sini kita ingin menciptakan produk yang mempunyai nilai ekonomis tinggi artinya percuma kita produksi solar, tapi dijual dengan harga Rp10.000,” ujar Ahmad.

Meski demikian, tantangan ke depan adalah penyediaan sampah untuk bahan baku.

“Kita tidak perlu muluk-muluk mengklaim sebagai buatan anak bangsa. Yang terpenting yaitu bisa mengatasi problem sampah yang sudah ada, serta pemberdayaan anak-anak SMK,” paparnya.

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo berharap, mesin tersebut bisa memberi manfaat bagi masyarakat Pemalang serta membangun kreativitas siswa-siswa SMK.

Selain itu, alat ini dharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan sampah di Pemalang yang selama ini menjadi momok di masyarakat bisa teratasi.

“Harapannya mesin ini nantinya bisa di produksi di semua SMK di Pemalang bahkan bisa dikirim ke luar daerah. Ini bisa jadi andalan Pemalang disingkat ‘Aman’ ,” ungkapnya saat menghadiri soft opening mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM di halaman SMK Satya Praja 2 Pemalang, Jumat (15/7/2022).

Usai membuka acara, bupati bersama dinas terkait meninjau langsung produksi BBM dari sampah plastik itu. Bupati sempat menjalankan mesin tersebut dipandu oleh perwakilan dari SMK.

Dengan menggunakan pakaian pelindung, terlihat bupati memasukkan beberapa sampah dan oli bekas ke dalam tabung reaktor dan menyalakan mesin.

Setelah selesai bupati mengecek hasil di tabung penampungan yang berupa bahan bakar sejenis solar.

Ketua Yayasan Satya Praja Pemalang, Suwono menyampaikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang mendukung pembuatan mesin mesin pengolahan sampah itu.

“Ini membuktikan jika siswa SMK mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

 

Penulis : Kontributor Pemalang, Baktiawan Candheki | Editor : Reni Susanti
Source: https://regional.kompas.com/read/2022/07/16/075634678/mesin-buatan-smk-di-pemalang-diklaim-bisa-hasilkan-bbm-dari-sampah-plastik.

Kreatifitas Mahasiswa, Kolaborasikan Limbah Plastik dengan Kayu Jadi Furniture

Suryo Putro Hutomo dengan 4 produk karyanya dari limbah plastik HDPE, Rabu (13/7/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

 

Plastik jenis High Density Polyethylene (HDPE) biasa digunakan sebagai kemasan barang kebutuhan sehari-hari, diubah menjadi sebuah produk yang dapat dikolaborasikan dengan kayu sebagai variasi. Inisiator dari kreatifitas tersebut, yakni Suryo Putro Hutomo mahasiswa Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK) Universitas Kristen Petra (UK Petra).

Dalam riset yang dilakukan kurang lebih satu tahun terakhir, menurut Suryo, semakin banyak plastik jenis HDPE dipakai. Hal tersebut dipastikan akan menghasilkan peningkatan limbah pula. Sementara itu, lanjut dia, selama ini para pengepul hanya mencacah sampah plastik ini untuk kemudian dijual kembali ke pabrik-pabrik plastik dan memunculkan sampah baru.

“Jadi saya terpikir aktivitas lain yang bisa membantu mengurangi sampah plastik itu,” kata Suryo pada suarasurabaya.net, Rabu (13/7/2022).

Mahasiswa tingkat akhir ini kemudian memanfaatkan sampah-sampah plastik HDPE tersebut dari para pemulung, untuk selanjutnya dilebur dan dipres sehingga bentuknya menjadi keras menyerupai kayu.

“Sampah plastiknya itu yang keras kalau HDPE dan yang warnanya pekat. Dicacah kecil-kecil, saya ambil warna kuning, hijau, biru, dan putih. Kemudian dioven dua kali. Yang pertama 30 menit, kemudian dibentuk-betuk disatukan, dioven lagi 30 menit, total satu jam sampai bisa bentuk lempengan,” imbuh Suryo.

Hasil itu kemudian ia bawa ke perajin kayu, Pranata Wood yang digandengnya. Lempengan itu dipotong dan dihaluskan, kemudikan dikolaborasikan dengan potongan kayu untuk berbagai karya. Kali ini Suryo membuat empat produk, yaitu tempat pensil, pigora, laci kecil dan desk organizer.

“Sekaligus ini memberdayakan pengrajin kayu, sehingga ada alternatif bahan lain selain kayu yang bisa dikolaborasikan untuk furnitur,” pungkasnya.

Menurut Suryo, hasil karya yang dibuatnya untuk tugas akhir (TA) ini bisa dicontoh untuk memanfaatkan bahan plastik dengan kekuatan seperti kayu.

“Kuat, tahan suhu, tahan karat, tahan rayap dan lumut dibandingkan bahan plastik lain. Jadi memungkinkan digabung dengan kayu,” kata Suryo. (lta/bil/ipg)

 

Laporan oleh Billy Patoppoi

Source: https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/kreatifitas-mahasiswa-kolaborasikan-limbah-plastik-dengan-kayu-jadi-furniture/

Industri Pengolahan Sampah Terpadu Asari Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Petugas menyaring bahan bakar minyak (BBM) dari sampah plastik di Industri Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Asari di Kota Cilegon, Banten, Selasa (12/7/2022). Tempat pengolahan sampah terpadu tersebut bisa memproduksi 120 kilogram per hari untuk menghasilkan BBM solar dan minyak tanah sekitar 80 liter dengan teknik penyulingan sebagai upaya untuk pengurangan sampah plastik limbah rumah tangga. (FOTO : ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas)

 

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON — Petugas menyortir sampah plastik untuk dijadikan bahan bakar minyak (BBM) Industri Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Asari di Kota Cilegon, Banten, Selasa (12/7/2022).

Tempat pengolahan sampah terpadu tersebut bisa memproduksi 120 kilogram sampah plastik per hari untuk menghasilkan 80 liter BBM solar dan minyak tanah. Bahan bakar hasil teknik penyulingan ini diharapkan mempu mengurangi sampah plastik limbah rumah tangga.

 

Sumber : Antara Foto
Rep: Muhammad Bagus Khoirunnas/ Red: Yogi Ardhi

Ecobrick, Memberi Kesempatan Kedua pada Sampah Plastik

Ecobrick adalah salah satu solusi mengurangi efek limbah plastik, sekaligus memberi kesempatan kedua pada sampah-sampah plastik

Buang sampah pada tempatnya atau jangan buang sampah sembarangan merupakan nasihat yang sering kita dengar. Namun untuk saat ini, nasihat itu dirasa kurang relevan, bahkan sudah tidak relevan.

Bila ditelaah secara lebih radikal, nasihat ini justru manifestasi dari sikap manusia yang hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya. Ini relevan karena buang sampah pada tempatnya malah menambah beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) apabila tidak ada kesadaran kolektif dalam diri manusia untuk mencoba menekan volume sampah yang digunakan. Maka dari itu, menurut saya, sampah dan buang, menjadi dua frasa yang sudah tidak semestinya selalu disandingkan dalam satu kalimat perintah.

Salah satu jenis sampah yang punya dampak serius bagi lingkungan dan manusia adalah sampah plastik. Masih ingat dengan viralnya bungkus Indomie yang tidak terurai maski sudah terombang ambing selama 19 tahun di lautan? Itu baru satu plastik yang naik ke permukaan. Tentunya masih ada plastic-plastik lain yang punya pengalaman terombang-ambing di laut lebih lama dari bungkus Indomie itu. Situasinya akan sangat mengkhawatirkan jika si plastik-plastik ini sampai ditelan oleh hewan-hewan laut seperti Ikan yang biasanya kita konsumsi.

Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa sampah plastik membutuhkan 20 hingga 500 tahun untuk terurai. Plastik macam sedotan es teh yang biasanya ada di warteg atau angkringan, itu paling cepat terurai setelah 20 tahun dibiarkan. Bayangkan bagaimana bumi begitu tersiksa dengan anasir-anasir macam plastik sampai puluhan hingga ratusan tahun.

Sampah plastik juga tidak boleh dibakar. Ketika membakarnya, tanpa disadari terjadi pelepasan sejumlah zat berbahaya ke udara, seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatil, serta partikel lainnya. Zat-zat tersebut sangat rawan untuk tubuh manusia karena bila terpapar secara terus menerus, paparan zat tersebut dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Tak hanya itu, hasil pembakaran tentunya mengandung emisi karbon dioksida yang berpotensi untuk menipiskan lapisan ozon.

Nah, kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Menyalahkan orang-orang yang menciptakan plastik? Tentu tidak kan. saya sendiri menyadari sepenuhnya bagaimana kehidupan manusia saat ini sulit lepas dari plastik, semua aspek kehidupan manusia saat ini banyak yang membutuhkan plastik, terutama pada kehidupan sosial dan ekonomi.

Ecobrick hadir menawarkan solusi dengan memberikan kesempatan kedua bagi sampah plastik untuk lebih dihargai dan bermanfaat. Secara bahasa, “eco” dan “brick” artinya bata ramah lingkungan. Disebut “bata” karena mulanya, ecobrick dibuat untuk menambah pasokan batu bata untuk pembuatan pondasi rumah. Ide ini dicetuskan oleh Russell Maier yang seorang warga Kanada bersama istrinya, Ani Himawati yang berasal dari Indonesia.

Pasangan suami istri ini sangat menyadari bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan dampak buruknya terhadap lingkungan. Butuh proses panjang hingga keduanya berhasil menemukan metode paling efektif dan aman untuk mengurangi sampah plastik, yaitu ecobrick.

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik dengan standarisasi berupa berat, spesifikasi botol, dan plastik yang sudah diatur oleh badan pengembangan ecobrick dunia, yaitu Gobrick.

Cara membuatnya pun mudah. Kalian tinggal kumpulkan sebanyak mungkin sampah-sampah berbahan plastik seperti bungkus Indomie, snack, kantong plastik, sedotan. Cuci bersih dan keringkan plastik-plastik itu. Kemudian potong kecil-kecil dan masukan ke dalam botol Aqua atau sejenisnya. Tekan sampah plastik ke dalam botol menggunakan kayu bambu atau sejenisnya yang panjangnya berukuran 30 cm. Botol plastik yang digunakan biasanya berukuran 330 – 1500 ml dan membutuhkan plastik setengah hingga satu karung untuk satu botol. Ini untuk memastikan ecobrick bisa dihasilkan dengan padat dan kuat.

Sampah-sampah plastik di dalam ecobrick ini akan tersimpan sehingga tidak perlu dibakar, menggunung, atau tertimbun di TPA. Metode ecobrick memungkinkan kita untuk tidak menjadikan plastik menjadi bagian dari industrial recycle system yang dalam prosesnya sangat boros energi. Ecobrick juga menjaga bahan-bahan plastik tersebut untuk tidak melepaskan CO2 yang pada akhirnya akan menyumbang pemanasan global.

Setiap botol ecobrick yang sudah jadi dapat digunakan dan disusun sebagai pengganti batu bata untuk pembuatan rumah, sebagai bahan dasar untuk membangun gapura, kursi, bahkan taman. Di beberapa daerah, sudah mulai diinisiasi desa ecobrick dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.

Ecobrick adalah solusi, itu benar, tapi perlu menjadi gerakan nasional, terutama bagi masyarakat perkotaan karena menjadi penyumbang konsumsi plastik terbanyak. Malu dong sama orang desa, yang sudah banyak menginisiasi soal lingkungan padahal bukan menjadi penyumbang sampah plastik.

Mari mulai memberikan kesempatan kedua pada sampah plastik melalui ecobrick. Dengan ecobrick kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengorbanan ekosistem dalam mencerna plastik. Kita dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan ekosistem setempat.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

Sumber: https://mojok.co/terminal/ecobrick-memberi-kesempatan-kedua-pada-sampah-plastik/

CJ Logistics Mulai Gunakan Palet dari Plastik Daur Ulang di Pusat Distribusi Indonesia

TRIBUNNEWS(dot)COM, JAKARTA – Perusahaan kargo logistik global asal Korea, CJ Logistics, mulai mengganti penggunaan palet konvensional dari bahan kayu dengan palet dari bahan plastik daur ulang di pusat logistiknya di Jakarta.

Palet dari bahan plastik daur ulang ini diklaim sebagai Palet Zero-Carbon yang lebih unggul dalam masa pakai dan memiliki daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan palet yang selama ini digunakan.

“Dengan memperkenalkan Palet Zero-Carbon, kami dapat secara bersamaan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi operasional di lokasi logistik kami di Indonesia,” ujar Jinmok Kim, Direktur Utama dari CJ Logistics Indonesia, Minggu (3/7/2022).

“Kami berencana untuk memperluas pengenalan palet ramah lingkungan ini di pusat-pusat logistik di Indonesia dan lebih lanjut mempraktikan model bisnis logistik ramah lingkungan.” ujar seorang petinggi CJ Logistics.

Palet ramah lingkungan ini dibuat dengan menggunakan limbah plastik yang dihasilkan selama pembuatan wadah kedap udara dan tidak memiliki masalah dalam kekuatan dan performa saat diperkenalkan di lokasi logistik Korea Selatan.

Mengurangi emisi karbon sebesar 67.3 kg per palet, dengan total jumlah 26,880 untuk 400 palet yang setara dengan menanam 8,960 pohon.

Penggunaan palet dari bahan daur ulang ini untuk memperluas strategi social and governance (ESG) global dengan total 400 unit Palet Zero-Carbon yang digunakan untuk pusat logistik di Jakarta, Indonesia.

Penerapan palet ramah lingkungan ini menghasilkan penurunan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi logistik lokal karena komposisinya membuat palet lebih tahan lama dibandingkan palet kayu standar yang biasanya digunakan di Indonesia.

Palet merupakan sebuah platform datar, horizontal yang digunakan untuk menyimpan, mengangkut, dan memuat barang di lokasi logistik. Pada umumnya sebagian besar pusat logistik di Indonesia menggunakan palet kayu.

Namun palet kayu hanya bisa digunakan dalam waktu yang singkat karena tingkat suhu dan kelembaban yang tinggi. Iklim tropis menyebabkan palet cepat terdekomposisi dan juga dapat menarik hama.

Untuk pengadaan palet tipe baru ini CJ Logistics bekerja sama dengan KOTRA untuk mengirimkan Palet Zero-Carbon ke Indonesia.

CJ Logistics menciptakan Palet Zero-Carbon dengan menggabungkan potongan plastik yang diperoleh dari klien CJ Logistics, yaitu LocknLock, sebuah perusahaan produk rumah tangga global, dengan green technology baru dari produsen palet Sangjin ARP.

LocknLock memberikan kepada CJ Logistics sebanyak 12 ton plastik sisa dari hasil produksi saat membuat produk rumah tangga, seperti wadah kedap udara, secara cuma-cuma.

Perusahaan kemudian menggunakan plastik ini sebagai bahan baku untuk memproduksi 400 palet ramah lingkungan, hal ini menunjukkan kemitraan yang saling menguntungkan antara CJ Logistics, LocknLock dan Sangjin ARP.

Setiap Palet Zero-Carbon dapat mengurangi 67,3 kg emisi karbon, artinya jumlah total gas rumah kaca yang berkurang selama pembuatan 400 palet adalah sekitar 26.880 kg. Jumlah ini setara dengan jumlah karbon dioksida tahunan yang dapat diserap oleh 8.960 pohon pinus.

Palet Zero-sCarbon juga dapat memberikan efek pengurangan karbon tambahan selama masa pakai produk. Biasanya, palet yang rusak akan langsung dibuang seluruhnya sehingga menghasilkan limbah.

Namun, dengan teknologi palet modular dari Sangjin ARP (hak paten internasional masih tertunda), palet yang rusak dapat diperbaiki dan bagian yang rusak bisa didaur ulang.

Teknologi ini diharapkan dapat lebih menghemat biaya dan mengurangi emisi karbon.
Meskipun palet dibuat dengan limbah plastik daur ulang, CJ Logistics telah mengkonfirmasi bahwa kekuatan dan performa Palet Zero-Carbon serupa dengan palet standar dan dapat menahan beban hingga satu metrik ton.

Hasil ini didasarkan pada data yang telah dikumpulkan sepanjang tahun pertama pengenalan palet di pusat logistik CJ Logistics Korea Selatan.

Karena biaya produksi Palet Zero-Carbon hampir sama dengan palet plastik standar yang baru, CJ Logistics berencana untuk terus mendapatkan pasokan limbah plastik berkualitas tinggi untuk memperluas pemakaian palet ini secara global. .

CJ Logistics saat ini mengelola tiga divisi untuk melayani pelanggan domestik dan internasional dalam wujud solusi logistik satu atap untuk pebisnis e-commerce hingga infrastruktur transportasi.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Wahyu Aji

Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/07/03/cj-logistics-mulai-gunakan-palet-dari-plastik-daur-ulang-di-pusat-distribusi-indonesia?page=all