
Memilah sampah itu penting banget. Buat kamu yang ingin berkontribusi untuk menjaga kelestarian alam ini, kamu bisa mengumpulkan sampah dan memilah-milahnya sesuai dengan bahannya. Setelah itu kamu, bisa menyetorkannya ke bank sampah terdekat.
2. Saat ini ada 2.816 unit bank sampah di seluruh Indonesia
Unilever pun memfasilitasi bank sampah yang ada di Indonesia. Pada kamis (13/12) di pabrik CreaSolv®, Sidoarjo, Maya Tamimi selaku Division Head of Environment Sustainability Program, Unilever Indonesia Foundation menyampaikan, “Hingga saat ini, kami memiliki 2.816 Unit bank sampah di seluruh Indonesia.” Bank sampah tersebut mencakup Medan, Bandung, Jabotabek, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Manado.
Gak berhenti sampai di situ saja, Unilever pun turut membantu mengolah sampah yang ada kemudian mendaur ulangnya, terutama untuk sampah plastik kemasan yang notabene sulit untuk didaur ulang.
3. Unilever berusaha untuk menemukan teknologi mutakhir untuk mendaur ulang kemasan plastik
Pada 2011, Unilever bekerja sama dengan Fraunhofer Institute for Process Engineering and Packaging IVV untuk menemukan teknologi yang mampu mendaur kemasan plastik fleksibel. Maksud kemasan plastik fleksibel adalah plastik yang biasa digunakan sebagai kemasan produk, seperti kemasan saset dan kantong.
4. Akhirnya, ditemukanlah CreaSolv® Technology yang merupakan inovasi pertama dan satu-satunya di dunia yang mampu mendaur ulang sampah plastik fleksibel secara eko-efisien
Teknologi ini telah ditemukan dan diluncurkan oleh Unilever pada 2017. Pabrik percontohan CreaSolv® Technology pun didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan teknologi ini, sampah-sampahmu yang telah dipilah dan dikumpulkan di bank sampah akan diproses dan bisa didaur ulang.
Adapun, proses daur ulang CreaSolv® Technology, antara lain.
- Pelarutan: plastik atau polimer diekstraksi dari sampah plastik fleksibel dengan cairan pelarut khusus dan nantinya menjadi larutan polimer.
- Pemurnian: larutan polimer disaring, dimurnikan dan dipindahkan ke ruang pengeringan, sementara residu (ampas plastik yang gak terpakai) dipisahkan untuk diolah menjadi produk lain.
- Pengeringan: campuran lain diuapkan dari larutan polimer kemudian plastik polimer dikeluarkan dan diproduksi menjadi pelet plastik polimer.
Nantinya, dari pelet plastik hasil daur ulang akan digunakan untuk membuat kemasan saset yang baru.
6. Teknologi ini mampu mengolah 3 ton sampah plastik fleksibel per harinya
Pada tahap uji coba saja, CreaSolv® Technology mampu mengolah 3 ton sampah setiap harinya. Teknologi ini pun berhasil mengurangi emisi karbon dioksida sampai satu per enamnya.
7. Namun, keberhasilan proses daur ulang plastik ini butuh dukunganmu dan dari seluruh elemen masyarakat
Kita tahu bahwa masyarakat gemar menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Upaya Unilever ini adalah menciptakan teknologi agar bisa mendaur ulang sampah plastik agar bisa terus digunakan kembali. Meski begitu, upaya ini gak akan tercipta tanpa adanya dukungan darimu, sebagai bagian dari masyarakat. Selain itu, pemerintah pun punya andil besar untuk memberikan fasilitas yang memadai.
Untuk itu, yuk biasakan memilah sampah dan memberikannya kepada pihak yang tepat, salah satunya ke bank-bank sampah terdekatmu. Kalau semua sampah dapat didaur ulang ‘kan lingkungan gak jadi kotor, terutama lautan yang kini sudah terancam kelestariannya.